Ngunduh WOhing Pakerti …..
Hmmm,… apalagi ini maksutnya ?
Sesaat saya juga termenung dan melayangkan alam bawah sadar ini ke alam entah brantah, artinya saya juga tidak ngeh banget dengan arti dari judul yang tertulis dengan model font Bold. Tapi kalau boleh menggambarkan tentang unggah-ungguh atau adabnya orang nyari rejeki. Dalam tulisan ini saya menggambarkan nelayan yang mencari ikan. Ada beberapa model untuk medapatkan ikan dalam suatu kolam, yaitu :
1. dengan cara mancing menggunakan kail.
2. dengan cara menguras kolam.
3. menggunakan jaring
4. menggunakan setrum.
5. menggunakan potas/jenu.
Cara mana yang akan kita ambil untuk mendapatkan ikan di dalam kolam ? …..
Kalau saya lebih memilih dengan cara menguras kolam, kenapa demikian ? ….
Dalam aktivitas menguras kolam, terdapat beberapa kegiatan unik dan saya pikir lebih menarik dibanding kegiatan yang lainnya.
1. Kerja Keras
2. Exlporasi
3. Menganalisa
4. Pembaruan
Nah untuk selanjutnya akan saya coba jelaskan di kemudian yaachhh … (lagi pusing, nih)
okay dilanjut …..
Dari tersebut diatas, mari kita uraiakan satu menurut pendapat saya yahh … hihihihi
Yang pertama, dengan cara memancing
Memancing adalah suatu aktivitas mencari ikan dengan menggunakan pancing atau kail, anda bisa membayangkan kegiatan tersebut kan… Memancing membutuhkan suatu kesabaran yang sangat tinggi, karena untuk mendapatkan satu ikan dibutuhkan waktu yang lumayan lama untuk ukuran orang menunggu, nah kalau anda mau termasuk orang yang sabar, kegiatan ini yang sangat cocok untuk anda. Dalam kegiatan bisnis saat ini, yang namanya menunggu sangat tidak disarankan. Karena kegiatan yang sangat pasif ini sangat memungkinkan kita dilibas oleh pesaing lain. Sisi baik dari kegiatan ini adalah nerimo ing pandum dan selalu bersyukur akan karunia-Nya.
Yang kedua, dengan cara menguras kolam
Kegiatan mencari ikan untuk tipe yang kedua ini, menurut pendapat saya mungkin yang terbaik. Kalau di lihat dari kegiatan menguras kolam ada upaya untuk mendapatkan ikan lebih cepat namun juga memperhatikan jenis ikan yang ditangkap, ada proses pemilihan ikan yang layak dipanen dan ada pula pemilihan bibit yang layak untuk diternak, selain itu jika ada ikan yang belum layak untuk dipanen pastinya disisihkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
Nah,.. proses menguras dikolam tersebut terlihat adanya usaha aktif untuk mencapai tujuan disertai upaya untuk mengdakan pembaharuan sumber penghasilan.
Yang ketiga, menggunakan jaring (menjaring)
kegiatan menjaring ini biasanya mengambil ikan yang sudah tersedia dilaut, danau, atau sungai. Di sini masih ada usaha proaktifnya, cuma kegiatan ini hanya mengandalkan hasil alam yang sudah ada, tanpa adanya usaha untuk memperbarui sumber penghasilan itu sendiri.
Untuk kegiatan yang keempat dan kelima
Dua kegiatan tersebut mendatangkan keuntungan yang luar biasa, namun tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi setelah adanya pengunduhan yang luar biasa ekstrim. Hal sangat tidak disarankan. Karena usaha untuk mencapai tujuan disertai pemerkosaan hak-hak orang lain yang ingin menikmati hasil secara bersama-sama. Terutama anak cucu kita yang akan mendapati ikanya sudah habis karena keserakahan para penyetrum dan pemotas ikan. Analogi untuk kegiatan yang kelima ini sangat banyak kita jumpai pada saat ini.

dasare seneng ngentek enteke dan pintas e oleh akeh heks