Hanya Sebuah Sandiwara Rasa

setiap hari yang kulalui selalu terlintas dibenakku sesuatu yag terus membayangi jiwaku, dan tergambar jelas dipelupuk mataku. Siluet mulai menampakkan rasa yang semakin tumbuh di mayanya kalbu. hiruk pikuknya aliran darahku yang tak beraturan dari serambi rasa hati kiri sampai serambi hati ku yang kanan. Seperti lajunya lintasan kendaraan tanpa ada rambu2 penunjuknya. meluncur deras tanpa ada pengendali, dan melintas melalui relung-relung hati yang tak berlogika. semua logika hilang tak bermakna terhisap oleh derasnya pusaran rasa.

drama rasa memupuk karsa asa nan tampak maya

warna rasa bak permata karsa

iringan warna drama rasa memadu bak pelangi Asa di ujung cakrawala

tarian bidadari isana melenggang penuh daya rasa

Tarian-tarian rasa melenggang-lenggokan logika yang semakin terkoyak. Tercerai berai dengan indahnya rasa yang tertanam indah dalam taman bunga karsa. Bunga-bunga mekar semerbak menyebarkan wewangian parfum rasa. Buah-buah rasa yg semakin menggellayuti pohon-pohon rasa bak permata yang muncul dari pohon rasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s