Zamrut Kalbu

padang ilalang rasa berakar merimbun sesejuk zamrut karsa

untaian akarpun menancap kuat dalam kalbu rasa

rerimbunan daun rasa ikut memaksa karsa

wewangian bunga asa semerbak memenuhi relung-relung cipta

aroma buah karsa wangi merimbuni untaian akar rasa dalam cita asa

Ku bolak-balikan serpihan hati yang sedang tersebar di sudut-sudut rasaku. Kuamati dan kupilah, kuramu dan kutata ulang hingga membentuk sebuah makna. Makna yang memang susah diterjemahkan dalam sebaitan puisi, di syairkan hingga membentuk sebuah lagu…..

Ohhh…., akankah ada sesuatu yang bisa merajut dan meramu hingga membentuk suatu barisan hatiku dan keterjemahkan dalam lagu kehidupan ku serta kulakon kan dalam drama hatiku yang ……

Yahhh… Padang ilalang itu tumbuh menumbuhi seluruh jiwaku, merimbuni asaku, hingga terbentu suatu semak belukar yang bisa tenggelamkan seluruh jiwaku dalam belukarnya semak. Kuatnya akar menancapkan seluruh serat sukma yang haus akan belaian rasamu. Untaian jiwa yang tak kan pernah pupus dalam mengukir seratan wangi sebuah asaku.

Achh…hatiku selalu berbilang kalo dirimu yang selalu datang. Datang-datang dan selalu kupersilakan untuk duduk manis dalam kursi tamu hati, dan kuletakkan secawan minuman rasa yang selalu setia menanti kehadiranmu.

Yachh…pintu ruang tamu rasaku selalu terbuka untukmu, kapan dirimu akan mendatangi untuk sekedar menengok ruang yang sudah kusediakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s