Nang Ning Nung

Pada suatu saat saya merasakan suatu beban yang berat, suntuk dan bunek. Perasaan tersebut muncul secara tiba-tiba dan kejadiannya berulang-ulang. Karena terdorong keinginan untuk melepaskan segala penat dan beban yang ada, sayapun main ke Jogjakarta. Sesampainya di Jogja saya bertemu dengan orang yang sudah tua, “Mbah Mo” aku memanggilnya. Tanpa dikira dan dinyana mBah Mo ini bertanya, ” Le, kowe lagi ngopo, kok rai ditekuk-tekuk?” (Nak, kamu kenapa, kok mukanya dilipat-lipat). Dalam hatiku, simbah ini kok tahu aja. Karena ada pertanyaan yang spontan itu, saya jawabnya juga spontan saja, “lagi sumpek mbah.”

Nah …

Mendengar jawabanku tersebut mbah Mo langsung kasih nasehat, ” Yen lagi sumpek, ono ular-ular jowo koyo mengkene iki, Nang – Ning – Nung”. Yang menurut Mbah Mo penjelasanya begini….

Nang, asal kata dari tenang

Ning, asal kata dari hening

Nung, Asal kata dari renung

Nang, tenang : setiap kali mengalami masalah, selalu kita mengalami yang namanya “bunek, sumpek”. Oleh sebab itu diperlukan suatu ketenangan hati dan pikiran. Karena dengan pikiran yang tenang kita akan dapat berpikir secara rasional.

Ning, hening : kondisi sekitar kita akan sangat berpengaruh kedalam suasana hati, oleh sebab itu diperlukan suana yang hening biar pikiran kita mendapatkan suatu energi yang positip dari alam. Suasana hening merupakan gambaran ketenangan dari jiwa.

Nung, renung : atau bisa juga merenung merupakan suatu tahapan penggalian diri untuk mencari akar masalah yang menyebabkan pikiran kita jadi sumpek bin bunek. Dalam tahap ini terjadi dialog antara hati dan pikiran untuk mengulang kembali masa kemarin untuk dikaji dan dialog untuk memberikan suatu alternatif yang terbaik untuk hari esok.

Nah… dari tiga kata sederhana yang disampaikan Mbah Mo tersebut, setelah kupikir lagi betapa mendalamnya falsafah yang berasal dari akar budaya jawa. Bayangkan hanya 3 kata sederhana …

5 thoughts on “Nang Ning Nung

  1. wah betul Pak ….
    Jane gamelane arep ditulis tersendiri je … he he he
    ono bonang, kendang, kempul dsb
    tapi tambhane dari pak totok memang bener banget, makasih bgt Pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s