Kidung Sukmaya

Sukmaku meradang tiada kepalang

Sukmaku merana dalam maya fana

Merintih lirih mengidungkan jumawa rasa

Seiring tabuhan merdu bedug subuh, seiring lantunan kokok sang jago, seiring langkah gagah sang surya, aku membuka mata dan kulihat isi jagad raya. Semua terisi pancaran rasa yang memancar melalui sorot mata sang sukmaya.

Aku tertegun dalam sadar, dan tersadar dalam lena. Sukmaya suci telah menggerayangi seluruh jiwaku, menggeleggar menghentak jantung rasaku, dan berbisik lirih dalam telinga hatiku, kalo rasaku merasakan tenang ketika rasamu menyentuh seluruh persendian jiwaku. Kau bagai malaikat yang menjelma dalam keseharianku.

Aku tertegun tak kuasa langkahkan kakiku, kakiku berat untuk ku ayun kan. Kupaksa menganyun kakiku berontak, dan menghentak. Kugertak kakikupun berkata, “wahai kau yang bisa memggertak apa dirimu buta, coba lihat diriku yang sedang menikmati untain kidung sukmaya yang mengalun indah dari balik pepohonan asamara”. Jiwaku kembali tertegun dan mengikuti bisikan lirih dari kakiku yang tak bertelingan dan tak bermulut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s