Adakah Korelasi antara Idul Fitri dengan Kupatan ? …

Genap seminggu sudah kita melewatkan Bulan Romadhon, dan genap seminggu pula kita menjalani bulan syawal, dan genap seminggu pulalah kita hilir mudik ke sanak famili, tetangga dan para sahabat untuk merayakan lebaran 1 Syawal 1429 H.

Ada yang menggelitik tat kala lebaran memasuki sepasar, atau 5 hari setelah 1syawal, atau juga setelah lebaran ke empat,… yaitu kupatan, atau lebaran ketupat,…

yang jadi pertanyaan adakah korelasi di antara keduanya ?

Yukk di urai satu persatu …..

Idul Fitri… yang ini g usah di bahas, sudah banyak yang ngebahasnya,… dan lebih falid, namum yang kupatan ini yang perlu kita obrolin di sini.

Kupat itu kan dari bahasa jawa, dalam tata bahasa jawa ada yang namanya jarwo dosok, yaitu penggabungan suku kata dari beberapa kata yang menyimbulkan makna yang dikandung oleh sesuatu yang di jarwodosoki.

contoh ; kodok = teko trus ndodok = artinya datang langsung duduk jongkok, lihat saja tingkahnya kodok. dan banyak lagi contoh lainya.

Nah sekarang Kupat = cukupo sing papat = cukupkan empat hal, kira-kira begitu jika ada yang punya penafsiran lain ya gak apa-apa. Di share saja disini.

Nah 4 hal yang terkandung didalam kupat tersebut apa saja ?

yaitu

1. Lebaran

2. Leburan

3. Laburan

4. Luberan

Lebaran, sebenarnya sudah terlalu banyak yang membahas, yaitu kemenangan bagi umat muslim setelah berperang satu bulan penuh melawan hawa nafsu dan menjalankan kewajiban di Bulan Romadhon. Setelah selesai (lebar) puasa kita mendapat hadiah berupa idul fitri, yaitu kembali bersih.

Leburan, berasal dari kata lebur, yaitu segala dosa yang kita perbuat antara sesama ( orang tua, saudara, sahabat, dan semua yang pernah kita dzalimi) di lebur atau saling maaf-memaafkan pada bulan fitri.

Laburan, berasal dari kata labur (dikapur), biasanya orang me- labur tembok atau rumah dengan kapur yang warnanya putih. Tat kala pada proses leburan masih ada salah satu atau dua orang yang pernah kita dzalimi maupun mendzalimi kita belum sempat memaafkan atau di maafkan, hendaknya kita labur/dicat/dikapur dengan warna putih. artinya ya sebisa mungkin kita menghapus segala sesuatu iri dengki, salah dan dosa dengan niat ingsung memaafkan.

Nah, yang luberan ini yang agak unik, luberan berasal dari kata luber yang artinya kelebihan, bagi yang tua atau yang di tuakan biasanya memberikan angpao atau salam tempel kepada anak-anak. Atau dalam hal lain, jika ada yang berlebih hendaknya kita memberi kepada yang masih membutuhkan. nah pada makna yang keempat ini sangat lekat dengan tradisi mudik yang saat ini lagi ngetrend.

Nah kira2 begitu, yang dapat di ambil dari tradisi kupatan. Kalau dilihat dari niatan simbah-simbah kita dulu, sungguh sangat mulia tujuannya, yang mengemas tujuan pendidikan halal bihalal secara sederhana, yaitu melalui sebuah kupat yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan janur.  Mudah-mudahan nanti saya ketemu dengan makna janur pada kupat, dan anyaman pada kupat.

One thought on “Adakah Korelasi antara Idul Fitri dengan Kupatan ? …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s