Out Side The Box

Suatu saat saat saya ngobrol dengan seseorang. Ngobrol ngalor-ngidul begitu saja, tanpa ada tema yang disepakati bersama. Tapi kok ya enak juga ngobrasnya ….

Apa gerangan yahhh ? …..

Dalam benaku nanya begitu, trus saja begitu ngobrolnya semakin lama semakin asyik.

Nah, yang mau aku sampaikan…

Dalam kondisi teresbut saya sebagai individu dan orang tersebut sebagai individu sama-sama berpikir seandainya saya di posisi dia, kira-kira apa ya yang enak untuk di bicarkan. Nah, pemahaman semacam itu belum aku punyai, dulunya  ya mengalir begitu saja. 

Baru-baru ini, aku temukan dalam (cuma lupa, nemu di mana yah ? ….) yang jelas aku nemu begitu saja, dan bukan keluar dari ideku. Yaitu Think Out Side The Box ( ndak tau bener apa salah nulisnya, ya wis kalo salah mohon dimaafkan yahhh ..), yang artinya mulailah kita berpikir dari sisi orang lain, dan jangan melulu berpikir dari dalam diri kita. 

Kita harus memahami cara orang lain paham, dan jangan memaksa orang lain untuk sepaham dengan kita. Jika kita sudah mulai berpikir keluar dari ranah pikir kita dalam menyikapi suatu masalah, maka egoisme yang menempel kaya peranko di diri kita lama-lama akan mulai kita tanggalkan. Ya suatu saat egois itu perlu ( ha ha ha,… tapi kapan ya egois itu diperlukan? ).

Wis intinya, kira-kira begitu.

Jika ada yang mau menambahi silakan ….

Jika ada yang mengurangi ya Jangan ….. ( kalo mau mengurangi bikin blog sendiri saja,… xixixxi )

Jika ada yang mau kasih kritikan di perbolehkan, apalagi saran hmmm,…. sangat di terima dengan senang hati lohhh.

dan ingat semuanya gratis – tis – tis, tanpa di pungut speserpun kaya di toilet terminal …. ha ha ha

Advertisements

Jadi Angka Nol, Siapa Takut …

Orang bilang nilai nol itu sangat mengecewakan, menyedihkan dan sebagainya. Semua makna tentang angka NOL berbau negatif dan cenderung destruktif terhadap kejiwaan seseorang yang mendapatkanya. 

Yang jadi pertanyaan, apa benar demikian parahnya, sehingga angka NOL dijadikan kambing hitam untuk segala penilaian ketidak berhasilan ?….

Saya pikir kok tidak yaaaaa ….

Mari kita uraikan, angka NOL akan memiliki nilai kesempurnaan jika ia (angka Nol) itu melekat pada angka lain. Namun akan sebaliknya, jika angka Nol dilekati oleh angka lain maka, ia akan menjadi pelemah atau bahkan tanpa arti sama sekali.

Hal ini, menunjukkan bahwa angka nol itu mempunyai fungsi sebagai pelayan bagi angka lain, begitu juga dengan kita sebagai manusia. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai ketergantungan antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Jika setiap manusia mampu mempoisisikan dirinya sebagai angka Nol, dalam setiap kegiatan apapun maka akan damailah dunia ini. Karena nilai seseorang akan saling dilengkapi oleh orang lain, dan menanggalkan nilai-nilai egois yang ada.

– Yang miskin akan melengkapi kekurangan si Kaya, begitu sebaliknya.

– Yang berkuasa akan membutuhkan bawahan, begitu sebaliknya.