menulis apa saja yang aku tulis,…..

Menulis sebagai wahana untuk mengasah pikiran dalam mengungkapkan ide, gagasan maupun unek-unek yang ada kedalam bentuk rangkaian abjad yang membentuk suatu kata dan meluas menjadi kalimat dalam sebuah paragraf. Dengan menulis di media Blog yang sampai saat ini masih gratis, kita akan menguji kemampuan diri kita sebagai penulis dalam menyampaikan pesan yang dapat dimengerti oleh si pembaca. Apabila dalam kondisi tertentu si pembaca itu tidak mengerti pesan yang tersirat dalam tulisan tersebut ” ya biarkan saja”. Hal ini bukan berarti egois, loo.

Hal-hal yang perlu diketahui dalam menulis dimedia internet adalah dunia yang maya, jadi kalau pesan yang disampaikan itu semu, kabur atau tidak jelas ya wajar saja nohh, dan bagi si pembaca diperbolehkan komplain ke pihak penulis sebebas-bebasnya, marah-semarahnya dan memuji setinggi-tingginya (asal masih memenuhi kaidah estetika dan kesopanan).

Jika mau memulai belajar menulis, segeralah tuangkan dalam bentuk tulisan, walaupun masih belum punya bahan tulisan. Nah yang jadi pertanyaan adalah ” apa yang mau ditulis, kalau bahan saja tidak punya?” Ya jawabnya sederhana banget, tulis saja keinginan yang saat itu muncul. Kalau inginnya mau menulis tapi , tidak punya bahan, ya menulis saja tentang keinginan tersebut. Nah, gampangkan !!!!

8 thoughts on “Asal Nulis

  1. Sepertinya, iya seperti itu mas……..
    Mungkin saya salah satunya yang sedang mengalami hal tersebut, memang berat menjadi seorang penulis, sampai-sampai saya sering mengeluh karena ketidak mampuan.
    Menulis adalah ilmu pemaduan, tidak semudah dan sekilat yang dibayangkan. Memang perlu ketekunan dan keuletan untuk mencapai itu, sampai sekarangpun saya masih sering mengeluh, merasa berontak pada diri sendiri.

  2. hallo mas dariman yang lagi sumpek… kalo sumpek coba baca “Nang Ning Nung”.

    Kalo mau menulis dan kok masih bingung menulis cukup seperti yang aku utarakan kemarin. kumpulkan semua tulisan yang pernah sampean buat. Kalo perlu dibikin blog tersendiri. Wong kalau saya lihat tulisane sampean wis okeh banget.

    Caranya, ketika nulis itu jangan sampai mikir-mikir ini dan itu. Tulis semua njur di publish. Dan setelah itu jangan dilihat lagi.

    Kemudia setelah seminggu kemudian coba baca lagi, tulisan yang tempo hari dipublis, rasakan pada saat itu, apakah sampean ngerasa itu adalah tulisane sampean dewe.

    Nah… Kalau sampean kaget baca tulisan dan pangling akan tulisan tersebut, berarti pada saat sampean menulis tempo hari, Itu yang dinamakan “menulis dari hati”.

    ok, kira2 begitu yahhh, maju terus dan pantang mundur…

  3. Matur nuwun mas suportnya.
    Nang-Ning-Nung sampun di baca mas, tumben beberapa tulisan banyak tipsnya, lagi ada acara apa ya?đŸ˜€
    Saran yang di kasihkan tempo dulu sudah tak coba, tulisanku yang dulu yang tidak dimasukan dalam Jladri Garden tak kumpulin jadi satu di http://pecel.wordpress.com
    Tapi itu belum semua, belum sempat up-date lagi mas.
    Matur nuwun……….

  4. Halo kang Dariman,…
    yang pertama saya ucapken “selamat datang di menulis sakarepe dewe alias asal nulis” yang menitikberatkan pada intuisi untuk mengeluarkan sebuah angen-angen kedalam susunan abjad.

    yang kedua, menjawab pertanyaan “lagi ada apa … “, ya memang lagi tidak ada apa-apa. pengin berbagi saja, kan namanya berbagi didunia internet. Dimanfaatkan ya syukur enggakpun enggak ada masalah.

    yang penting enjoy dalam melakukannya…

  5. “Tiap peristiwa memiliki satu bab pelajaran”
    “Pelajaran harus diingat”
    “biar tidak lupa tulislah”
    “setelah itu berbagilah atas pelajaran tersebut”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s