Keajaiban Ayam

Tulisan ini bukan bermaksud untuk menunjukkan adanya keanehan atau kejanggalan pada seekor ayam, yang bisa dijadikan komoditi berita pagi oleh media masa ataupun media cetak. Sehingga orang berduyun-duyun untuk datang menyaksikan sang ayam ajaib. Sama Sekali BUkan saudara-saudara semua…

Namun tulisan ini juga bukan cerita fiktif hasil olah akal-akalane manusia, seperti dalam panggung sandiwara, ini benar-benar cerita nyata yang saya alami sendiri. semoga bisa dijadikan renungan.

Dirumah, saya mempunyai indukan ayam hias yang sedang punya momongan enam ekor anak ayam. Suatu hari saya lupa mengecek kaleng yang berisi air minum  untuk para ayam-ayam tersebut. Esok hari, Pagi harinya (red) saya tambahi kaleng air minum tersebut denga air yaang saya ambilkan dari sumur.

Nah disini mulai terlihat keaneham dari ayam-ayam tersebut, terutama para anak ayam. Sekitar lima menit kemudian terdengar teriakan anak ayam seperti sedang kesakitan hebat. Biasanya ada ayam jagonyanya tetangga yang nakal sedang mengganggu. Kemudian saya tengok ke kandang, apa yang terjadi …. Masya Allah……, Dari keenam anak ayam empat diantaranya klenger semua, bahkan dua diantara empat tersebut sudah sakaratul maut….. Duh saya jadi bingung apa gerangan yang terjadi…. apa akibat air dari sumur, padahal sumur tersebut untuk sumber air kehidupan sehari-hari.

Saya tunggu agak lama, yang satu akhirnya mati…. yang satu lagi sudah kejang-kejang, mau langsung saya buang kasihan. Akhirnya kandang ayam saya tutup dan si Babon ayam (emaknya si ayam) juga saya masukkan.Karena hari sudah hampir siang, waktunya masuk kerja. Dalam hati saya, muungkin nanti sore  ayam-ayam tersebut pada mati semua, atau paling enggak tinggal dua ekor (sedih deh)

Sebelum saya berangkat saya sempatkan liat ke kandang, ehhh, malah anak ayam yang kejang-kejang tersebut di patokin sama emboknya, saya pikir gila nih ayam, gak tau anaknya lagi sakaratul maut, malah di totolin. hmmm biarlah,… keburu telat, malah nanti kena potong gajine.

Sore hari, selepas saya pulang, saya main-main dulu dengan anak dan tiba-tiba teringat ayam-ayamku yang tadi pagi sudah mau mati….. kok gak terdengar suaranya. Akhirnya aku liat ke kandang dan aku liat, Subhanallah…. apa yang terjadi,….. ayam-ayam tersebut sudah semua, termasuk yang sudah kejang-kejang, sore harinya sehat semua. Bahkan sampai cerita ini  saya tulis, para anak ayam tersebut masih seger buger…

Saya jadi merenung…… dengan teknik apa si embok ayam ini bisa menyembuhkan para anak-anaknya yang sedang sakarat semua? Bahkan sampai saat ini saya masih bingung…..

Dan untungnya, kemungkinan air sumurnya tidak kenapa-kenapa. Mungkin ini jadi pelajaran buat kita semua, bahwa para embok ayam punya obat yang maha ampuh untuk anak-anaknya. Mungkin juga manusia, para ibu punya obat alami untuk anak-anaknya yang tercinta, dengan kasih sayangnya mampu untuk mengobati sakit yang diderita anaknya. Mungkin dokterpun tidak punya resep tersebut, hanya ibulah yang punya.

STACK

Suatu ketika ada rekanku yang baik curhat,…..

Di tempat kerjanya mengalami Stack …. , dia merasa bingung karena tidak bisa ngapa-ngapain melihat kondisi di tempat kerjanya. Dia merasa tidak punya akses untuk sedikit memberikan sekedar masukan sebagai sumbangsihnya dalam perusahaan, dia hanya bisa mengerjakan apa yang jadi kesahariannya saja. Namun dengan melihat kondisinya seperti yang dia ceritakan, dia merasa sedih juga.

Mengapa Stack tanyaku,…

“gak taulah jawabnya”

loh kok bisa,  tanyaku lagi,…

“ya begitulah adanya, saat ini”

hmmmmmmm….

Sambil googling,… kucari arti stack …. (he he he),…. maklum bingung juga ngartikannya

Akhirnya ketemu juga artinya,…. Stack artinya tumpukan…..

Dalam aliran data, terdapat istilah LIFO, FIFO, MIMO, weheheh opo maneh kuwi yooo

Tapi yang dia maksut ternyata bukan pemrograman, tapi kondisi tempat kerja yang dari tahun – ketahun mengalami proses declinasi. Owww itu to yang di maksut dalam hatiku. Namun tak apalah, wong kadung menyebut istilah LIFO, FIFO, MIMO jee… tengsinlah kalau tidak dilanjut. (hehehheh)

Ada beberapa hal dari ceritanya yang bisa saya ambil kesimpulan, dalam perusahaannya masih mengadop LIFO atau FIFO.

LIFO (Last In Fisrt Out) dalam perusahaan jika ini dilakukan saat ini memang agak aneh menurut saya,  kalau FIFO (Fisrt In First Out) ini masih agak mending, melakukan pekerjaan sesuai sekala prioritas. Harusnya kedua metode ini harus mulai ditinggalkan.

Saat ini persaingan untuk meningkatkan kualitas perusahaan begitu ketatnya, jadi seberapa banyak data yang mampu diambil dilapangan dan seberapa banyak data yang bisa diolah menjadi sebuah Tujuan dari perusahaan. Intinya adoplah metode MIMO (multiple In multiple Out) begitu kira2. Ditambah mulailah jemput Bola,…… dekati Bola sedekat-dekatnya,… olah bolanya,… gocek kanan, gocek kiri,… giringlah menuju gawang dan jadikanlah Goal.

Kalau masih Stack juga,… mari dimari disharing disini apa kira2 yang jadi kendalanya ….

Ibarate Mobil Mewah…

Mobil mewah, adalah simbol kegagahan dan kekuasaan,…

Namun jika mobil tersebut akan menjelajahi sebuah medan yang baru, maka si sopir mempunyai dua tool yang harus tersedia dalam mobil tersebut. Jika salah satu tool tersebut enggak ada, ya ibarate orang buta jalan tanpa tongkat.

Tool tersebut adalah kaca spion dan dashboard,

lhaa apa fungsine dua alat tersebut. Kaca spion di gunakan untuk melihat semua hal yang ada di belakang kita,…. kalo dashboard sebuah indikator dari mobil kita sehingga kita akan enjoy dan nyaman untuk jalan menyongsong masa depan.

Punya Spion saja,… ya sing dilihat mung masa kemarin yang seharus nya di jadikan sebuah data untuk refleksi dan evaluasi. namun jika hanya evaluasi tanpa melihat amunisi yang ada, jadinya hanya nggerutu saja… dengan pikiran yang selalu melihat orang lain yang jauh di depan kita.

Dashboard, yang memberikan informasi tentang kekuatan yang ada dalam diri, sehingga mampu mengukur kemampuan dalam diri kita, sampai sejauh mana kita mampu jalan maju jauh kedepan. Mampu mengarahkan mobil berdasarkan navigasi gps yang ada, mau kekanan apa ke kiri. Setelah mampu melihat dalam diri sendiri segala kekuatan yang ada, maka akan muncul sebuah peluang, dengan strategi yang sudah terukur.

Bukan strategi berdasarkan angan-angan dan naluri saja….

Nyekar dan Nyadran

Tradisi menjelang Bulan Romadhon, biasaya masyarakat melakukan tadisi Nyekar dan Nyadran. Tadisi tersebut sangat kental dilakukan oleh masyarakat Jawa. Banyak yang memperdebatkan mengenai hukum dari tradisi tersebut, namun yang hendak saya sampaikan melalui tulisan ini adalah bukan dari sisi pertentangannya, namun apa sih makna filosofis dari tradisi Nyekar dan Nyadran.

Nyekar ke makam leluluhur sebelum Bulan Romadhon adalah suatu aktivitas kirim doa ke arwah leluhur agar di ampunkan segala dosa semasa hidupnya oleh Sang Penguasa Alam.

Nah ubo rampe (perlengkapan) nyekar itu ya bunga, sesuai dengan namanya Nyekar. Nyekar berasal dari kata dasar (linggo) Sekar artinya kembang atau bunga. Yang namanya bunga biasanya harum baunya, apalagi kalo bunga yang digunakan untuk nyekar. Harapan dari hal tersebut adalah agar para generasi penerus baik anak, mantu, cucu, cicit mampu meneruskan yang segala yang baik-baik dari arwah leluhur.

Bunga yang biasa digunakan untuk nyekar yang paling umum adalah bunga kanthil, kenanga, dan mawar atau melati.

Bunga Kanthil

Dalam bahasa jawa di kenal dengan Jarwo dosok, Kanthil (Tansah Kumanthil), (Kanthi Laku), dilihat dari arti jarwo dosoknya bunga kanthil

Tansah Kumanthil merupakan pralambang dari arti selalu ingat/eling, apa yang harus diingat, tentunya kalau dikaitkan dengan tradisi nyekar ke makam leluhur ya semua tindak tanduk yang baik dari leluhur semasa hidup. AGar kita-kita yang masih hidup ini selalu berbuat kebajikan yang sesuai dengan tuntunan Agama, dan selalu ingat kalo nantinya semua manusia itu akan mati, mumpung masih hidup perbanyaklah Ibadah dan jauhi larangan-larangan dari-Nya.

Kanthi Laku merupakan pralambang kalau segala hal itu tidadak cukup hanya dengan berdoa saja tapi juga harus dengan lelaku atau usaha.

Bunga Kenanga

Jarwo dosok dari Kenanga adalah Keneng- A, bahasa Indonesianya Gapailah, raihlah. Atau bisa di jarwo dosoki dengan Kenang Ing Angga artinya mengenang segala hal yang baik dari warisan leluhur kita.

Keneng- A, kita mumpung masih hidup diminta untuk menggapai segala keluhuran yang dicapai dari para lelluhur. ya syukur-syukur kita mampu untuk berbuat yang lebih baik.

Kenang Ing Angga, artinya juga tidak terlalu jauh, kita diminta untuk melupakan segala hal yang baik dari para leluhur.

Bunga Mawar/Melati

Biasa kalo tidak ada mawar ya melathi yang digunakan untuk nyekar.

Nah mawar = Awar-awar= Tawar atau Mawi Arsa artinya dengan kehendak hati, Tawar atau  bisa diartikan dengan tulus. memahami nilai luhur dari para leluhur yang sesuai dengan panutan agama harus dengan niat yang tulus.

Melahi = Roso melat soko njero ati yang bisa diartikan dalam bertutur kata harus sesuai dengan hati nurari, jangan beda dimulut beda juga dihati atau munafik.

lha Nyadran ne kepriye ?

Tradisi Nyadran biasanya ada tiga ubo rampe yang selalu ada yaitu apem, kholak dan Ketan.

Apem berasal dari kata afu’an atau afwan yang artinya maaf (ngapuro)

kholak berasal dari kata kholado sebagai lambang kekal

dan ketan dari kata khoto’ atau khotan yang berarti kesalahan

lebih lengkapnya bisa dibaca dalam artikel ini

Subo Suto

Subo suto adalah sopan santun, toto kromo, unggah-ungguh atau akhlak. Subo suto saat ini mulai hilang tertelan jaman karena pengaruh budaya-budaya yang menghilangkan kepribadian ketimuran.

Hilangnya subo suto ini menjadi bahan yang sangat laris di media massa. Anak membunuh orang tua, orang tua membunuh anak, bapak memperkosa anaknya, dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Subo suto atau akhlaq hilang di mulai dari lingkungan terkecil dalam masyrakat yaitu keluarga. Mengapa hal ini bisa terjadi, ada beberpa hal yang perlu di cermati, yang paling menonjol adalah pendidikan kepada anak.

Dulu pendidikan anak bisa di percayakan kepada sekolah, madrasah atau tempat-tempat belajar yang lain. Namun seiring modernisasi ada pergeseran fungsi di tempat belajar. Yaitu sekolah mulai beralih fungsi menjadi media pengajaran saja. Sedangkan fungsi pendidikan bergeser dari sekolah ke keluarga.

Namun pergeseran tersebut berbarengan dengan yang namanya era informasi global, mewabahnya sinetron di kalangan keluarga, mewabahnya situs jejaring sosial dan mewabahnya media informasi yang canggih (seperti handphone)

apa hendak dikata, melalui media-media tersebut saat ini anak-anak, calon orang tua memanfaatkan media-media tersebut sebagai sarana mengobati rasa keingintahuan tanpa melakukan filterisasi terhadap informasi yang masuk.

Akhirnya terjadilah proses hilangnya subo suto, unggah-ungguh yang sesuai dengan lingkungan dimana dia berada.

Banyak anak-anak sekarang yang mulai mempertanyakan kelogisan nasehat orang tua, tanpa mencari tahu maksut nasehat itu apa. Akhiranya budaya logislah yang menjadi trend anak-anak era teknologi informasi.

Dan orang-orang tua yang memang dididik dan dibesarkan pada jaman ” ora ilok “, bisanya hanya mengelus dada dan termenung sambil menangis dalam hati. Karena kebingunganya terhadapa apa yang terjadi saat ini (khsusnya terhadap anak cucunya).

Dulu, pada saat orang tua kita masih muda, tertanam budaya yang namanya ora ilok, yaitu suatu larangan terhadap sesuatu yang melenceng dari subo suto, unggah-ungguh, akhlak. Memang dalam menyampaikan nasehatnya kurang jelas, kenapa ORA ILOK.

Namun efek dari  Ora ilok ini sungguh luar biasa, dari situ budaya unggah ungguh, sopan santun, subo suto dalam lingkungan kemasyarakatan sangat hebat. Yang muda menghormati yang tua, yang tua meyayangi yang muda, anak-anak rajin ngaji, masyarakat juga rajin jamaah di masjid atau langgar, gotong royong di lingkungan rt rw, kekerabatan sangat terjalin pada saat itu.

Kalau semua bisa memahami subo suto, Insya Allah, yang ada adalah Ayem Tentrem, gemah ripah loh jinawi.

Out Side The Box

Suatu saat saat saya ngobrol dengan seseorang. Ngobrol ngalor-ngidul begitu saja, tanpa ada tema yang disepakati bersama. Tapi kok ya enak juga ngobrasnya ….

Apa gerangan yahhh ? …..

Dalam benaku nanya begitu, trus saja begitu ngobrolnya semakin lama semakin asyik.

Nah, yang mau aku sampaikan…

Dalam kondisi teresbut saya sebagai individu dan orang tersebut sebagai individu sama-sama berpikir seandainya saya di posisi dia, kira-kira apa ya yang enak untuk di bicarkan. Nah, pemahaman semacam itu belum aku punyai, dulunya  ya mengalir begitu saja. 

Baru-baru ini, aku temukan dalam (cuma lupa, nemu di mana yah ? ….) yang jelas aku nemu begitu saja, dan bukan keluar dari ideku. Yaitu Think Out Side The Box ( ndak tau bener apa salah nulisnya, ya wis kalo salah mohon dimaafkan yahhh ..), yang artinya mulailah kita berpikir dari sisi orang lain, dan jangan melulu berpikir dari dalam diri kita. 

Kita harus memahami cara orang lain paham, dan jangan memaksa orang lain untuk sepaham dengan kita. Jika kita sudah mulai berpikir keluar dari ranah pikir kita dalam menyikapi suatu masalah, maka egoisme yang menempel kaya peranko di diri kita lama-lama akan mulai kita tanggalkan. Ya suatu saat egois itu perlu ( ha ha ha,… tapi kapan ya egois itu diperlukan? ).

Wis intinya, kira-kira begitu.

Jika ada yang mau menambahi silakan ….

Jika ada yang mengurangi ya Jangan ….. ( kalo mau mengurangi bikin blog sendiri saja,… xixixxi )

Jika ada yang mau kasih kritikan di perbolehkan, apalagi saran hmmm,…. sangat di terima dengan senang hati lohhh.

dan ingat semuanya gratis – tis – tis, tanpa di pungut speserpun kaya di toilet terminal …. ha ha ha

Jadi Angka Nol, Siapa Takut …

Orang bilang nilai nol itu sangat mengecewakan, menyedihkan dan sebagainya. Semua makna tentang angka NOL berbau negatif dan cenderung destruktif terhadap kejiwaan seseorang yang mendapatkanya. 

Yang jadi pertanyaan, apa benar demikian parahnya, sehingga angka NOL dijadikan kambing hitam untuk segala penilaian ketidak berhasilan ?….

Saya pikir kok tidak yaaaaa ….

Mari kita uraikan, angka NOL akan memiliki nilai kesempurnaan jika ia (angka Nol) itu melekat pada angka lain. Namun akan sebaliknya, jika angka Nol dilekati oleh angka lain maka, ia akan menjadi pelemah atau bahkan tanpa arti sama sekali.

Hal ini, menunjukkan bahwa angka nol itu mempunyai fungsi sebagai pelayan bagi angka lain, begitu juga dengan kita sebagai manusia. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai ketergantungan antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Jika setiap manusia mampu mempoisisikan dirinya sebagai angka Nol, dalam setiap kegiatan apapun maka akan damailah dunia ini. Karena nilai seseorang akan saling dilengkapi oleh orang lain, dan menanggalkan nilai-nilai egois yang ada.

– Yang miskin akan melengkapi kekurangan si Kaya, begitu sebaliknya.

– Yang berkuasa akan membutuhkan bawahan, begitu sebaliknya.

Harapanku Kepada Bapak Ibu Guru

Harapanku kepada Bapak ibu Guru terwakili dalam lagu Hymne Guru dibawah ini.

Pencipta Lirik dan Lagu : Sartono

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa