Feeds:
Posts
Comments

Out Side The Box

Suatu saat saat saya ngobrol dengan seseorang. Ngobrol ngalor-ngidul begitu saja, tanpa ada tema yang disepakati bersama. Tapi kok ya enak juga ngobrasnya ….

Apa gerangan yahhh ? …..

Dalam benaku nanya begitu, trus saja begitu ngobrolnya semakin lama semakin asyik.

Nah, yang mau aku sampaikan…

Dalam kondisi teresbut saya sebagai individu dan orang tersebut sebagai individu sama-sama berpikir seandainya saya di posisi dia, kira-kira apa ya yang enak untuk di bicarkan. Nah, pemahaman semacam itu belum aku punyai, dulunya  ya mengalir begitu saja. 

Baru-baru ini, aku temukan dalam (cuma lupa, nemu di mana yah ? ….) yang jelas aku nemu begitu saja, dan bukan keluar dari ideku. Yaitu Think Out Side The Box ( ndak tau bener apa salah nulisnya, ya wis kalo salah mohon dimaafkan yahhh ..), yang artinya mulailah kita berpikir dari sisi orang lain, dan jangan melulu berpikir dari dalam diri kita. 

Kita harus memahami cara orang lain paham, dan jangan memaksa orang lain untuk sepaham dengan kita. Jika kita sudah mulai berpikir keluar dari ranah pikir kita dalam menyikapi suatu masalah, maka egoisme yang menempel kaya peranko di diri kita lama-lama akan mulai kita tanggalkan. Ya suatu saat egois itu perlu ( ha ha ha,… tapi kapan ya egois itu diperlukan? ).

Wis intinya, kira-kira begitu.

Jika ada yang mau menambahi silakan ….

Jika ada yang mengurangi ya Jangan ….. ( kalo mau mengurangi bikin blog sendiri saja,… xixixxi )

Jika ada yang mau kasih kritikan di perbolehkan, apalagi saran hmmm,…. sangat di terima dengan senang hati lohhh.

dan ingat semuanya gratis – tis – tis, tanpa di pungut speserpun kaya di toilet terminal …. ha ha ha

Jadi Angka Nol, Siapa Takut …

Orang bilang nilai nol itu sangat mengecewakan, menyedihkan dan sebagainya. Semua makna tentang angka NOL berbau negatif dan cenderung destruktif terhadap kejiwaan seseorang yang mendapatkanya. 

Yang jadi pertanyaan, apa benar demikian parahnya, sehingga angka NOL dijadikan kambing hitam untuk segala penilaian ketidak berhasilan ?….

Saya pikir kok tidak yaaaaa ….

Mari kita uraikan, angka NOL akan memiliki nilai kesempurnaan jika ia (angka Nol) itu melekat pada angka lain. Namun akan sebaliknya, jika angka Nol dilekati oleh angka lain maka, ia akan menjadi pelemah atau bahkan tanpa arti sama sekali.

Hal ini, menunjukkan bahwa angka nol itu mempunyai fungsi sebagai pelayan bagi angka lain, begitu juga dengan kita sebagai manusia. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai ketergantungan antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Jika setiap manusia mampu mempoisisikan dirinya sebagai angka Nol, dalam setiap kegiatan apapun maka akan damailah dunia ini. Karena nilai seseorang akan saling dilengkapi oleh orang lain, dan menanggalkan nilai-nilai egois yang ada.

- Yang miskin akan melengkapi kekurangan si Kaya, begitu sebaliknya.

- Yang berkuasa akan membutuhkan bawahan, begitu sebaliknya.

Hampir Pagi

Jalan setapak temarang oleh kilaunya kunang

ku ayunkan setapak demi setapak menggapai hamparan sawah

hanya jenkerik yang berderik-derik mengiringi tapakan kaki  telanjang

semakin banyak kutapakan tapak

semakin banyak bunyi jengkerik yang mengepak-kepakan sayap menguntaikan nada khas malam.

Namun aku harus tetap menapak

Tapakan-tapakan yang mampu menghasilkan nada kehidupan

terus dan terus menapak selaras bunyi jengkerik menderik

Jengkerik mengerik dengan merdunya

menambah aroma tapakan di jalan setapak

jalan setapak yang masih terlihat jauh ujung tapakannya

kutapakan tapakku sampai pagi menjemputku

sampai derikkan jengkerik berganti alunan lagu kutilang

Wong Cilik di Enggo Rebutan

Judulnya agak lucu, tapi ya memang begitu kenyataannya. Pengangguran dan Kaum Cilik saat ini lagi mendapat angin surga dari berbagai media. Ya tapi tidak jadi mengapalah ? … belum tentu setahun sekali pengangangguran dan kaum cilik jadi selebritis bagi orang-orang kota dan para politisi. Mudah-mudahan bisa jadi suatu jalan menuju ketercukupan untuk makan sehari-hari.

Yang rada aneh kali ini adalah saingan antara Politisi dan Paranormal. Mereka beramai-ramai untuk mengambil hati kaum susah. Loh kok saingan antara Politisi dan Paranormal.

Ya iyalah … masa ya iyadong (mengutip bahasa gaulnya ditelevisi-televisi ala artis sinetron)

Coba lihat perilaku paranormal selebritis saat ini (paranormal yang sering nongol di tivi). Mereka berlomba-lomba untuk menjual solusi bagi orang yang nganggur, miskin dan pengin jabatan. Dan tidak tanggung-tanggung mereka sampai berani pasang iklan di media elektronik dengan jumlah tayang yang lumayan per harinya. AMbil contoh : Iklan disalah satu televisi yang menggambarkan orang kesusahan atau kerjanya tidak meningkat-ningkat. Mereka di suruh mengirimkan sms maka akan dikasih solusi lewat sms pula. wela dalah solusine dikasih sms.

Anda punya masalah dengan kerjaan ketik REG XXXX maka saya akan jawab dengan singkat, he he he Lain hal dengan para pollitisi, mereka juga menggunakan metode yang sama dan sasaran yang  sama.

PILLIH SAYA ( wekekek) nanti akan saya bangun pabrik, bangun sawah dll…. Memang sih pada golongan yang tersebut di judul itu menempati posisi pertama untuk meraup suara dan keuntungan.

Persamaannya

1. semua menggunakan media elektronik untuk menggaet orang

2. semua menggunakan konsep marketing untuk menjual dirinya, yaitu dengan beriklan sebanyak-banyaknya supaya sering nongol di teve hehehe

3. hmmm ada lagi enggak yahh persamaannya

Ya kalau saya sih berharap, mudah-mudahan jawaban atau janjinya bener-bener benar dan tepat solusi nya untuk mengatasi masalah bangsa saat ini.

Dengan mengirim sms trus besoknya jadi kaya ???…

Dengan memilih salah satu atau salah dua para politisi di televisi, besok bisa jadi PNS xixixxix….

Genap seminggu sudah kita melewatkan Bulan Romadhon, dan genap seminggu pula kita menjalani bulan syawal, dan genap seminggu pulalah kita hilir mudik ke sanak famili, tetangga dan para sahabat untuk merayakan lebaran 1 Syawal 1429 H.

Ada yang menggelitik tat kala lebaran memasuki sepasar, atau 5 hari setelah 1syawal, atau juga setelah lebaran ke empat,… yaitu kupatan, atau lebaran ketupat,…

yang jadi pertanyaan adakah korelasi di antara keduanya ?

Yukk di urai satu persatu …..

Idul Fitri… yang ini g usah di bahas, sudah banyak yang ngebahasnya,… dan lebih falid, namum yang kupatan ini yang perlu kita obrolin di sini.

Kupat itu kan dari bahasa jawa, dalam tata bahasa jawa ada yang namanya jarwo dosok, yaitu penggabungan suku kata dari beberapa kata yang menyimbulkan makna yang dikandung oleh sesuatu yang di jarwodosoki.

contoh ; kodok = teko trus ndodok = artinya datang langsung duduk jongkok, lihat saja tingkahnya kodok. dan banyak lagi contoh lainya.

Nah sekarang Kupat = cukupo sing papat = cukupkan empat hal, kira-kira begitu jika ada yang punya penafsiran lain ya gak apa-apa. Di share saja disini.

Nah 4 hal yang terkandung didalam kupat tersebut apa saja ?

yaitu

1. Lebaran

2. Leburan

3. Laburan

4. Luberan

Lebaran, sebenarnya sudah terlalu banyak yang membahas, yaitu kemenangan bagi umat muslim setelah berperang satu bulan penuh melawan hawa nafsu dan menjalankan kewajiban di Bulan Romadhon. Setelah selesai (lebar) puasa kita mendapat hadiah berupa idul fitri, yaitu kembali bersih.

Leburan, berasal dari kata lebur, yaitu segala dosa yang kita perbuat antara sesama ( orang tua, saudara, sahabat, dan semua yang pernah kita dzalimi) di lebur atau saling maaf-memaafkan pada bulan fitri.

Laburan, berasal dari kata labur (dikapur), biasanya orang me- labur tembok atau rumah dengan kapur yang warnanya putih. Tat kala pada proses leburan masih ada salah satu atau dua orang yang pernah kita dzalimi maupun mendzalimi kita belum sempat memaafkan atau di maafkan, hendaknya kita labur/dicat/dikapur dengan warna putih. artinya ya sebisa mungkin kita menghapus segala sesuatu iri dengki, salah dan dosa dengan niat ingsung memaafkan.

Nah, yang luberan ini yang agak unik, luberan berasal dari kata luber yang artinya kelebihan, bagi yang tua atau yang di tuakan biasanya memberikan angpao atau salam tempel kepada anak-anak. Atau dalam hal lain, jika ada yang berlebih hendaknya kita memberi kepada yang masih membutuhkan. nah pada makna yang keempat ini sangat lekat dengan tradisi mudik yang saat ini lagi ngetrend.

Nah kira2 begitu, yang dapat di ambil dari tradisi kupatan. Kalau dilihat dari niatan simbah-simbah kita dulu, sungguh sangat mulia tujuannya, yang mengemas tujuan pendidikan halal bihalal secara sederhana, yaitu melalui sebuah kupat yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan janur.  Mudah-mudahan nanti saya ketemu dengan makna janur pada kupat, dan anyaman pada kupat.

Mungkin hal tersebut, jadi suatu pertanyaan yang lazim disampaikan oleh kita-kita yang lahir pada jaman yang suka protes …

Mari kita perhatikan Ingkung

1. Coba perhatikan ingkung itu berasal dari apa ?

2. Tata cara penyajian ingkung bagaimana ?

Yukk,.. kita cari bersama-sama, mudah-mudah bisa menambah wawasan kita …

Sajen, ya ….

Sepintas lalu kalau kita membicarakan kata sajen selau dikaitkan dengan selamatan-selamatan di perempatan, di sumber air, atau semacamnya. Tapi tidak jadi mengapa,.. itu syah-syah saja. Namun mari kita uraikan menurut asal-usul kata yang menyusun kata tersebut. Sajen itu berasal dari bahasa Jawa saji (lingga) dan mendapat panambang* en. Lingga atau dalam bahasa indonesia disebut kata dasar dan panambang dalam bahasa indonesia disebut akhiran. Dengan mendapat panambang tersebut kata dasar (lingga) bisa saja berubah dari artinya. Kata Saji yang mendapat panambang en menjadi saji en, dengan mendapat panambang tersebut kata yang menyusunnya menjadi lebur danberubah menjadi sajen.

(*panambang dalam bahasa jawa : a, i, e, en, ana, ake, na, ni, ne, ku, lan mu)

Saji mempunyai arti menghidangkan sesuatu, ketika mendapat akhiran en menjadi sajen berubah maknanya menjadi memberikan sesuatu dalam bentuk makanan (sajen=caos dhahar). Tujuan pemberian sajen ini bisa bermacam-macam tafsir, ya monggo saja bebas menafsirkan. Untuk saat ini mari kita kaitkan dengan kondisi sosial yang ada. Disini kita artikan meberikan sedekah berupa makanan saja (he he he menurutku lohh … ).

Tinggal Ingkungnya bagaimana ?…

ya sabar dulu yahh … waktunya istirahat siang (he he he he… ingkungnya nyari di warung dulu).

=======

Ingkung adalah suatu hidangan yang biasanya disuguhkan bersamaan acara selamatan/kenduri. Bahan baku ingkung adalah Ayam jago dan ditambah bumbu khas daerah masing-masing (saya tidak apal). Dalam hal penyajiaanya ingkung selalu disajikan secara utuh. Mengapa demikian, menurut beberapa pendapat simbah-simbah yang lebih tahu adalah sebagai berikut :

Ingkung itu artinya ingkar

kenapa mesti ayam jago yang dijadikan bahan bakunya, nah disinilah hal yang menarik …

Ayam jago, yang setiap hari kita kenal memiliki beberapa perilaku yang (nuwun sewu) kurang ajar …

Begitu bangun tidur dia selalu berkokok dengan tujuan untuk menujukkan kekuatan yang dia miliki. Setelah bangun dan keluar untuk menikmati udara pagi si jago ini selalu mencari mangsa, yaitu dengan mengejar-ngejar ayam babon hanya untuk pelampiasan nafsu kejagoanya. Dan selepas itu dengan santainya meninggalkan sang babon yang sudah diambil madunya di pagi hari. Hmmmm ….. (kurang ajar banget kan).

Tidak hanya sebatas itu, setelah si babon bertelorr, …. jagopun tanpa perasaan bersalah tidak mau bertanggung jawab terhadap hasil perbuatannya.

Bila jago itu bertemu sesama jago akan selalu bertengkar sampai salah satu jago klenger dan menyerah tanpa syarat kepada jago penguasa. uedann kannn ….

Tujuan Ingkung dihadirkan dalam suatu prosesi selametan/kenduri adalah sebagai perlambang atau kiasan bahwa kita sebagai manusia untuk tidak mengikuti (ingkar) apa yang dilakukan oleh jago. Dalam ajaran jawa dikenal MO LIMO, yaitu suatu perbuatan dosa yang tidak boleh dikerjakan, yang jika dikerjakan akan terjerumus dalam kenistaan.

Dosa Mo Limo

1. Mabuk (suka mabuk)

2. Main (suka berjudi)

3. Madat (Suka Nyabu)

4. Madon (Suka bermain perempuan)

5. Maling ( Suka Nyuri)

Nah,…

Satu lagi kearifan produk simbah-simbah yang dulu,…

Alon-alon Waton Kelakon

Apa yang tergambar dalam benak anda semua tentang nasehat kuno dari simbah-simbah kita dulu, seperti yang tercetak tebal dalam judul ini ? ….

Alon-alon waton kelakon,…

sesaat saya terlalu berapriori dengan peribahasa jawa ini, namun setelah cari beberapa literatur saya temukan makna yang terkandung di dalamnya. Mari kita uraikan satu persatu kata-kata yang menyusun peribahasa tersebut :

Alon-alon = pelan-pelan, bertahap

Waton, disini kata kunci dari salah tafsir terhadap peribahasa tersebut, “waton” selama ini kita artikan dengan “asal”. Padahal waton berasal dari kata “wewaton” yang berarti “acuan” atau “prosedur”.

Kelakon = tercapai, biasanya mengacu pada tujuan atau Goal

Penafsiran terhadap peribahasa tersebut selama ini adalah “pelan-pelan asal selamat”, arti tersebut jika diterapkan pada konsep berusaha pada seorang enterprenuer akan sangat kurang tepat, karena akan menghambat sebuah penetrasi kreatifitas dalam menciptakan peluang bisnis. Penafsiran tersebut akan sangat tepat dipakai pada saat anda berlalu-lintas di jalan raya, bahkan banyak saya jumpai di jalan-jalan yang menggunakan peribahasa tersebut sebagai slogan untuk mengurangi angka kecelakaan dalam berlalu-lintas, maklum saat ini jalan raya sudah mulai berubah fungsi sebagai ajang adu gengsi pemillik kendaraan bermotor. Dengan ngebut sekencang-kencangnya demi sebuah pujian motornya paling hebat atau paling enggak pengemudinya jago ngebut. Tidak mengapa itu sisi positif yang bisa diambil dari salah penafsiran peribahasa tersebut, namun efek negatifnya mendidik manusia yang diwarisi peribahasa tersebut untuk bersantai-santai tanpa mau bekerja lebih keras sedikit. Yang terjadi saat ini budaya menyalahkan penyedia lapangan kerja terhadap masalah pengangguran. Padahal kenyataan dilapangan yang banyak kita jumpai  adalah sebuah budaya malas bekerja keras, atau maunya kerja kantoran yang mengenakan. he he he he bener enggak yahhh (belum diadakan penelitian sihhhh).

Coba kita mengalihkan ke penafsiran yang diharapkan oleh simbah-simbah kita yang sebenarnya, alon-alon wewaton kelakon. Jika di-Indonesiakan menjadi, mengerjakan sesuatu dengan cara bertahap berdasarkan pada tujuan yang telah ditentukan. Nah disini kelihatan maksut dan tujuan sebenarnya yang terkandung dalam peripabahasa tersebut. Suatu kerjaan apapun dan dimanapun harus dilakukan melalui tahapan-tahapan yang telah ditentukan, atau bahasa kerennya Standar Operating Prosedur (SOP).

Di dalam pembuatan SOP (Wewaton)  tentunya mengacu pada Goal bersama (Kelakon), jika konsep ini kita lakukan maka akan tercipta suatu hasil akhir (produk) yang mempunyai kualitas bagus. Produk yang bagus itu yang bagaimana, tentunya produk yang telah melalui tahapan quality control dan diterima dengan nyaman oleh pengguna produk.

Nah…

disini bisa dikatakan bahwa simbah kita telah mengenal konsep terpopuler saat ini dalam dunia managemen, yaitu konsepnya Kaizen dan JIT yang semua mengacu ke jepang. Hmmm …. sungguh ironis sekali, kalau simbah-simbah kita saja sudah menanamkan konsep tersebut berpuluh-puluh tahun yang lalu, kenyataannya kok kita masih begini-begini saja.

Apanya yang salah kira-kira yahhhh ? …

YM ohh YM …..

YM atau yahoo messenger, adalah suatu produk turunan dari yang namanya technologi informasi. Fungsi sebenarnya adalah untuk media komunikasi yang interaktif dan murah banget, antara lain :

1. Untuk e-marketing

2. Untuk e-learning

3. Untuk e-meeting

4. dan untuk yang lain-lain.

Nah, …

sekilas tujuan didesainnya YM lebih mengarah ke hal-hal yang positif,… namun sayang, dari ym pula muncul hal-hal yang negatif. Bahkan hal negatif tersebut bisa merembet ke dunia yang sebenernya. Kenapa demikian ?… , ya karena semakin kreatif manusia untuk memanfaatkan dunia maya tersebut.

Coba sekarang mulai kita mengadakan mengamati terhadap YM…..

” Amati listing frend mu yang ada di YM saben hari ” g usah lama2 cukup seminggu saja …. okay getu dulu kira2 yah… minggu depan disambung lagi

=====

Okay,…

hampir sebulan nih blog tidak saya tengok….

Nah, dilanjut yahh,… YM sebagai media komunikasi yang sangat interaktif, pada saat ini sudah sedikit menyimpang dari maksut baik dari si penemu YM itu sendiri. Maksut baik dari si penemu YM diantaranya ya seperti yang tersebut diatas itu, selebihnya ya moggo dicari sendiri yah.,,

Nah…

Fungsi yang sedikit menyimpang itu adalah, pemanfaatan fasilitas status message yang diberikan oleh Yahoo messenger. Coba perhatikan pada saat anda online, masing-masig daftar dari teman-teman yang sudah kita add…

Disana akan sering kali muncul suatu curahan hati yang bertujuan untuk mencurahkan kegelisahan hati yang cenderung negatif. Seperti menyindir, mengejek, dan teman-temannya. Megapa demikian, ya karena saking interaktifnya si YM dan sangat kreatifnya sipengguna YM itu sendiri. Dan yang lebih parahnya kegiatan curahan hati yang cenderung negatif tersebut akan dilihat dan dirasakan oleh orang banyak. Efek dari itu semua adalah menimbulkan suatu hal yang salah tafsir dari orang yang membacanya. Walaupun sebenarnya status message tersebut tidak ditujukan pada orang yang bersangkutan. Nah … kan dengan demikian ada sebutan baru dari si YM dilihat dari fungsinya, ya kalau saya boleh menyebutnya dengan e-alaaahh……

Ngunduh Wohing Pakerti

Ngunduh WOhing Pakerti …..

Hmmm,… apalagi ini maksutnya ?

Sesaat saya juga termenung dan melayangkan alam bawah sadar ini ke alam entah brantah, artinya saya juga tidak ngeh banget dengan arti dari judul yang tertulis dengan model font Bold. Tapi kalau boleh menggambarkan tentang unggah-ungguh atau adabnya orang nyari rejeki. Dalam tulisan ini saya menggambarkan nelayan yang mencari ikan. Ada beberapa model untuk medapatkan ikan dalam suatu kolam, yaitu :

1. dengan cara mancing menggunakan kail.

2. dengan cara menguras kolam.

3. menggunakan jaring

4. menggunakan setrum.

5. menggunakan potas/jenu.

Cara mana yang akan kita ambil untuk mendapatkan ikan di dalam kolam ? …..

Kalau saya lebih memilih dengan cara menguras kolam, kenapa demikian ? ….

Dalam aktivitas menguras kolam, terdapat beberapa kegiatan unik dan saya pikir lebih menarik dibanding kegiatan yang lainnya.

1. Kerja Keras

2. Exlporasi

3. Menganalisa

4. Pembaruan

Nah untuk selanjutnya akan saya coba jelaskan di kemudian yaachhh … (lagi pusing, nih)

okay dilanjut …..

Dari tersebut diatas, mari kita uraiakan satu menurut pendapat saya yahh … hihihihi

Yang pertama, dengan cara memancing

Memancing adalah suatu aktivitas mencari ikan dengan menggunakan pancing atau kail, anda bisa membayangkan kegiatan tersebut kan… Memancing membutuhkan suatu kesabaran yang sangat tinggi, karena untuk mendapatkan satu ikan dibutuhkan waktu yang lumayan lama untuk ukuran orang menunggu, nah kalau anda mau termasuk orang yang sabar, kegiatan ini yang sangat cocok untuk anda. Dalam kegiatan bisnis saat ini, yang namanya menunggu sangat tidak disarankan. Karena kegiatan yang sangat pasif ini sangat memungkinkan kita dilibas oleh pesaing lain. Sisi baik dari kegiatan ini adalah nerimo ing pandum dan selalu bersyukur akan karunia-Nya.

Yang kedua, dengan cara menguras kolam

Kegiatan mencari ikan untuk tipe yang kedua ini, menurut pendapat saya mungkin yang terbaik. Kalau di lihat dari kegiatan menguras kolam ada upaya untuk mendapatkan ikan lebih cepat namun juga memperhatikan jenis ikan yang ditangkap, ada proses pemilihan ikan yang layak dipanen dan ada pula pemilihan bibit yang layak untuk diternak, selain itu jika ada ikan yang belum layak untuk dipanen pastinya disisihkan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Nah,..  proses menguras dikolam tersebut terlihat adanya usaha aktif untuk mencapai tujuan disertai upaya untuk mengdakan pembaharuan sumber penghasilan.

Yang ketiga, menggunakan jaring (menjaring)

kegiatan menjaring ini biasanya mengambil ikan yang sudah tersedia dilaut, danau, atau sungai. Di sini masih ada usaha proaktifnya, cuma kegiatan ini hanya mengandalkan hasil alam yang sudah ada, tanpa adanya usaha untuk memperbarui sumber penghasilan itu sendiri.

Untuk kegiatan yang keempat dan kelima

Dua kegiatan tersebut mendatangkan keuntungan yang luar biasa, namun tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi setelah adanya pengunduhan yang luar biasa ekstrim. Hal sangat tidak disarankan. Karena usaha untuk mencapai tujuan disertai pemerkosaan hak-hak orang lain yang ingin menikmati hasil secara bersama-sama. Terutama anak cucu kita yang akan mendapati ikanya sudah habis karena keserakahan para penyetrum dan pemotas ikan. Analogi untuk kegiatan yang kelima ini sangat banyak kita jumpai pada saat ini.

Ngeblog kadang Narsis

Kalau dilihat dari judulnya, sepintas terlalu menghakimi blogger,… tapi ya biar saja….(he he he). Tapi begitulah adanya, itu hasil rembugan dengan salah satu teman (bloger juga loch).

Nah …

dari beberapa blog yang aku baca (termasuk blog ini juga), ternyata banyak narsisnya (xixixixi)…

Tapi enggak apa-apa yang penting di dunia yang penuh kebebasan ini, kita (kita … lu aje kalie) harus bisa memanfaatkan demi keuntungan diri kita masing-masing (egois tenan tooo…). Tapi ya itulah dunia maya, semua serba maya (banyak apus-apus bin kebohongan) yang dihalalkan di dunia tsb.

Nah ….

Sekarang bagaimana menurut anda semua sebagai pemerhati per blogeran … apa sependapat dengan tulisan ini ?….

Older Posts »