Suatu Rahasia hati yang kulukiskan dalam kanvas hati dan ku sapukan dengan kuas rasa dengan aneka chat berwarna cinta.
Suatu rahasia hati yang kugoreskan dalam untaian lontar asa, dengan senandung rasa karsa. Goresan pena hati dengan tinta emas yang selalu bersemayam dalam muara hati ku yang paling muara.
Duhai dirimu yang ku damba, ……. dan dirimu yang telah mengisi kekosongan hatiku dengarkanlah lantunan syair dari hatiku ……. Kuguratkan namamu melalui untaian puisi hati yang mengisyaratkan rasa hati. Puisi yang menyairkan rasa hati, megumandangkan pandangan rasa, menorehkan rahasia hati, tergores indah melalui lontar kidung asmara rasa jiwa.
Secret of the Sand
Andai kau tahu yang aku rasa
serasa hampa bila ku rasa
indah nya rasa menggelayuti karsa
hanggara karsa memayu asa, menabur cita rasa
drama rasa memupuk karsa asa nan tampak maya
warna rasa bak permata karsa
iringan warna drama rasa memadu bak pelangi Asa di ujung cakrawala
tarian bidadari isana melenggang penuh daya rasa
padang ilalang rasa berakar merimbun sesejuk zamrut karsa
untaian akarpun menancap kuat dalam kalbu rasa
rerimbunan daun rasa ikut memaksa karsa
wewangian bunga asa semerbak memenuhi relung-relung cipta
aroma buah karsa wangi merimbuni untaian akar rasa dalam cita asa
nyeyanyian belalang malam yang merdu
dedaunan malam melambai nan syahdu
ayunan kaki katak dalam air kerinduan nan gemulai
rajutan sarang burung menumbuhkan asa berhati
iringan rasa membentuk guratan syair asa dalam paduan suara malam berasa karsa penuh karsa.
Duhai kau yang tergores indah, tertanam dalam hati, akankah esok hati ini bisa menggapai angan hati. Rangkuman hati yang tertata dalam barisan syair, mengisyaratkan rasa hati akan dirimu yang selalu merona dalam jiwa dan raga. Memayu manis dalam sukma.
Duhai kau yang telah membawa separuh dari sukmaku. Akan kah kau akan bawa juga separuh yang masih tersisa dalam hidupku….?